Pemerintah Desa Bulutengger kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa Tahun 2025. kegiatan PKTD fokus pada normalisasi saluran irigasi, yang berlangsung dengan melibatkan partisipasi langsung masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, sekaligus menjadi Langkah nyata dalam memperkuat ketahan pangan desa. Dengan menggunakan Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp 8.000.000,- (Delapan Juta Rupiah) dan volume pengerjaan 651 m x 1,2 m x 0,215 m, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan infrastruktur pertanian, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi warga, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Warga Terlibat Aktif, Ekonomi Lokal Tumbuh
Dimulai pagi hari, beberapa warga tampak antusias bergotong royong membersihkan endapan lumpur dan memperbaiki aliran air di sepanjang saluran irigasi. Melalui skema PKTD, masyarakat mendapatkan upah harian yang secara langsung membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Program ini sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan semangat gotong royong, yang menjadi ciri khas pembangunan desa berbasis pertisipasi warga.
Dampak Nyata Bagi Pertanian
Normalisasi irigasi ini diproyeksikan membuka akses air yang lebih lancar ke area persawahan, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat. Petani berharap, dengan saluran yang kembali berfungsioptimal, masa tanam dapat berlangsung lebih baik dan risiko gagal panen dapat diminimalkan.
Kepala Desa Bulutengger menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa untuk memastikan Dana Desa benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. ”Kami memastikan setiap rupiah dari Dana Desa Tahun 2025 dipergunakan untuk kegiatan yang berdampak luas, salah satunya normalisasi irigasi melalui PKTD ini,” ujarnya.
Menuju Desa yang Lebih Mandiri dan Produktif
Dengan terselenggaranya kegiatan Padat Karya Tunai Desa ini, pemerintah desa berharap masyarakat tidak hanya merasakan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga dampak jangka panjang berupa meningkatnya hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah desa dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan positif melalui kerja bersama.