BULUTENGGER – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi desa dan memastikan tata kelola usaha yang sehat, Tim Monitoring dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Bulutengger. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) rutin terhadap kinerja BUMDesa Kemakmuran, salah satu motor penggerak ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Mewujudkan Transparansi dan Akuntabilitas
Kegiatan Monev ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk pendampingan langsung dari pemerintah kabupaten kepada pengelola BUMDesa. Fokus utama dalam pertemuan ini meliputi peninjauan laporan keuangan, struktur organisasi, hingga perkembangan unit-unit usaha yang dikelola oleh BUMDesa Kemakmuran.
Tim Monitoring Dinas PMD menekankan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dengan administrasi yang rapi dan akuntabel, BUMDesa diharapkan mampu menjadi lembaga yang kredibel dalam mengelola aset desa.
Diskusi Strategis dan Pengembangan Usaha
Selain melakukan pengecekan berkas, sesi diskusi yang berlangsung hangat juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pengurus di lapangan. Perwakilan Dinas PMD memberikan arahan strategis terkait potensi pengembangan unit usaha baru yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
"Evaluasi ini adalah momentum bagi BUMDesa Kemakmuran untuk melakukan self-correction. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan dampak nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan warga Bulutengger," ujar salah satu anggota tim monitoring.
Komitmen Pemerintah Desa Bulutengger
Pemerintah Desa Bulutengger menyambut baik kehadiran Tim Monev ini. Bagi pemerintah desa, masukan teknis dari Dinas PMD sangat berharga untuk meminimalisir risiko manajemen dan mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi desa.
Dengan adanya evaluasi berkala seperti ini, BUMDesa Kemakmuran diharapkan tidak hanya mampu bertahan secara operasional, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing di era digital. Langkah ini sejalan dengan visi Kabupaten Lamongan untuk menciptakan desa-desa yang berdaya, mandiri, dan "Megilan" dalam prestasi ekonomi.